KELAS MAYA
Pembelajaran
dengan memanfaatkan kelas maya (cyber
class) merupakan sebuah upaya untuk mendorong pembelajaran
yang dilaksanakan kapan saja dan dimana saja. Pembelajaran
dalam kelas maya bukanlah menggantikan pembelajaran tatap muka yang
dilaksanakan
bersama guru di kelas, tetapi dengan memanfaatkan kelas maya akan
mendapatkan
tambahan atau pengayaan (enrichment) materi yang akan
melengkapi pembelajaran konvensional. Dengan
model pembelajaran seperti ini, akan didorong untuk
lebih
aktif dan kreatif. Aktif dan kreatif mengandung pengertian bahwa dalam kelas
maya
diharapkan
untuk mencari, membaca, dan memahami materi dari berbagai sumber belajar
digital,
disamping untuk menyimpulkan, mencipta, dan berbagi baik pengetahuan yang
telah
didapatkan maupun hasil karya yang telah dibuat kepada kawan-kawan. Selain itu,
berdiskusi
dan bekerja sama dalam kelompok secara virtual juga diharapkan untuk
dilakukan.
PENGERTIAN KELAS MAYA
Lingkungan belajar yang mewadahi
peran teknologi informasi untuk mendukung proses pembelajaran inilah yang
disebut
dengan
e-learning.
Derek Stockley (2003)
mendefinisikan
e-learning
sebagai penyampaian program pembelajaran, pelatihan, atau pendidikan dengan menggunakan
sarana elektronik.
PEMANFAATAN KELAS MAYA
Ada 6 potensi
kunci
pemanfaatan
teknologi
informasi
dan
komunikasi
dalam
revolusi
pembelajajaran:
-Konektivitas
-Fleksibilitas
-Interaksi
-Kolaborasi
-Peluang
pengembangan
-Motivasi
FUNGSI E-LEARNING
1)
tambahan/pengayaan pembelajaran (supplement);
2) pengganti sebagian pembelajaran (complement); atau
3) pengganti seluruh pembelajaran (replacement).
2) pengganti sebagian pembelajaran (complement); atau
3) pengganti seluruh pembelajaran (replacement).
Jenis perangkat lunak pendukung kelas maya
1 Learning management system (LMS)
Menurut
Courts dan Tucker (2012), LMS adalah aplikasi yang digunakan untuk
mengelola
pembelajaran, mengirimkan konten (content delivery system), dan melacak
aktivitas
daring seperti memastikan kehadiran dalam kelas maya, memastikan waktu pengumpulan
tugas, dan melacak hasil pencapaian siswa. Contoh dari
LMS
antara lain; Moodle, Dokeos, aTutor.
2. Learning Content Management System
(LCMS)
3. Social Learning Network/s (SLN/SLNs)
Jejaring sosial
untuk
pembelajaran
bertujuan
untuk
mendorong
penggunanya
memiliki
pengalaman
baru
dalam
belajar
menggunakan
jejaring
sosial
Tidak ada komentar:
Posting Komentar